Lebaran Tanpa ‘Dosa’

Lebaran yang identik dengan berkumpul bersama keluarga besar, seringkali menjadi alasan untuk libur sebentar dari rutinitas. Selain karena waktu libur yang lumayan panjang, banyak hal yang hanya bisa dirasakan saat Lebaran. Lebaran terasa sangat ‘menyegarkan’ setelah bekerja keras membanting tulang, apalagi untuk yang jauh dari keluarga.

Sayangnya, momen spesial ini kadang juga menjadi alasan untuk istirahat dari diet maupun jadwal berolah raga. Selain karena sulit menyempatkan diri untuk tetap berolah raga di tengah keramaian keluarga besar dan jadwal mudik yang padat, beberapa hal memang lebih menggiurkan untuk menjadi prioritas dalam suasana Lebaran.

Nah, untuk meminimalisasi perasaan bersalah selepas Lebaran, biasanya saya melakukan beberapa hal berikut ini:

Dahulukan Makanan yang Baik

Ini trik yang bisa diterapkan setiap hari, sebenernya.

Jadi, biasanya saya menyempatkan menyantap buah-buahan dan air putih sebelum saya mulai menyantap makanan bersantan atau berlemak yang gurih dan sedap itu. Dengan begini, otomatis kapasitas lambung saya sudah berkurang, sehingga ruang untuk menampung makanan lezat-tapi-jahat itu bisa dikurangi.

Kenapa cukup dikurangi bukannya ditiadakan saja sekalian? Tentu saja karena yang namanya Lebaran cuma 1-2 hari setaun. Masih ada sisa 363 hari buat menjaga kualitas asupan makanan dengan ketat :p Loosen up a bit, just remember to do everything in moderation.

Loosen up a bit, just remember to do everything in moderation.

Selipkan

Yang ini terutama ditujukan untuk mereka yang kebetulan sedang menjalani training plan ketika Lebaran.

Tahun lalu, saat saya sedang berlatih untuk Full Marathon pertama, saya pun merasakan penderitaan yang sama. Dengan jadwal berpindah-pindah kota yang cukup padat dalam minggu Lebaran, tentunya di minggu tersebut saya banyak merelakan untuk tidak berlatih (dalam hal ini, berlatih lari). Sulit rasanya menyisihkan waktu 60-90 menit untuk berlari di antara kesibukan Lebaran.

Yang saya lakukan saat itu adalah menyelipkan latihan-latihan yang dapat dilakukan dalam waktu lebih singkat, namun tetap bermanfaat untuk performa lari saya. Khusus tahun lalu, saya memilih untuk menambah porsi latihan core dengan bantuan aplikasi NTC.

Banyak Main sama Keponakan

Yang ini berguna untuk ‘nambah-nambahin’ pembakaran kalori. Ngeladenin anak kecil itu bikin capek, lho. Apalagi kalo diajak main lari-larian atau mereka minta digendong ke sana-sini.

Lebaran
Ayo Tante, kejar aku!

Selain membakar kalori, mengakrabkan diri sama keponakan juga membantu memperbaiki reputasi kita di mata keluarga. Kita jadi meringankan beban orang tua anak-anak itu dan mungkin kita jadi bisa dianugerahi predikat tante/paman favorit dari para keponakan.

Satu bonus lagi: anak kecil nggak akan mengeluarkan pertanyaan usil seperti ‘Kapan nikah?’, ‘Kapan lulus?’, ‘Kapan hamil?’, dan sejenisnya. Lebaran pun jadi makin bisa dinikmati.

Stretching Ringan

Saya terlahir dari kedua orang tua yang berbeda suku dan daerah asal. Lalu, daerah asal kedua orang tua saya dan suami saya pun berbeda pula. Otomatis, setiap Lebaran saya menghabiskan banyak waktu di jalan–meskipun tidak terlalu ekstrim. Dalam 3-5 hari, saya bisa berpindah-pindah ke 3-4 kota.

Kondisi lalu lintas yang tidak selalu bersahabat saat musim mudik tentu menjadikan hal ini tantangan tersendiri. Dari seluruh perasaan yang menantang, satu yang paling tidak terelakkan adalah: pegel.

Ketika inilah, pengetahuan saya tentang asana yoga jadi sangat terasa manfaatnya. Paling tidak, saya bisa melakukan ‘reparasi instan’ untuk otot-otot yang mulai terasa kaku.

Viparita Karani, paling ampuh buat pinggang yang pegel (sst, ini bisa dilakukan di dalam mobil lho)

Sesampainya di kota tujuan pun, saya jadi lebih segar untuk kembali bermain dengan keponakan-keponakan cilik dan kembali membakar kalori 😀 (Biarpun seringnya sih saya tepar dulu–tidur siang beberapa jam selayaknya orang pingsan)

Lebaran memang momen paling ditunggu setiap tahunnya. Tapi bukan berarti momen tersebut menjadi alasan kita untuk merusak kerja keras kita menjaga kebugaran sepanjang tahun. Memberi kelonggaran tentu tidak salah, tapi ada baiknya kita tetap bisa mengendalikan diri.

Selamat berkumpul bersama keluarga dan sanak saudara! Mohon maafkan segala kesalahan saya, ya.

Taqobbalallahu minna wa minkum 🙂 Semoga kita semua kembali dipertemukan dengan Ramadan tahun depan.

Comments

    1. Post
      Author
    1. Post
      Author
    1. Post
      Author
    1. Post
      Author

Leave a Reply