Menuju Puncak

Beberapa hari belakangan ini, saya sering berpikir untuk menghabiskan akhir pekan di luar Kota Bandung. Salah satu lokasi yang menjadi incaran saya adalah yang tidak jauh–tentunya supaya lebih mudah direalisasikan–yaitu Puncak, Bogor. Meskipun belum tahu kapan rencana berwisata ini akan terwujud, saya tergoda untuk berbagi tentang hal-hal yang–sejauh ini–menarik perhatian saya di Puncak.

Saya mengincar untuk menginap di Pesona Alam Resort & Spa karena banyak difavoritkan oleh para wisatawan. Selain nyaman, penginapan ini juga strategis karena letaknya berdekatan dengan tujuan-tujuan wisata populer. Tentunya ini akan sangat membantu bila perjalanan saya baru terwujud di musim liburan. Solusi masalah penginapan ini saya dapatkan setelah mengulik website agen travel online Traveloka.

Untuk tujuan jalan-jalan sendiri, ada beberapa objek wisata yang saya incar:

Taman Wisata Matahari

taman-wisata-matahari
Taman Wisata Matahari (Sumber foto: www.inilahtempatwisata.com)

Ini adalah destinasi wisata favorit untuk keluarga. Taman Wisata Matahari menawarkan banyak wahana permainan baik untuk anak-anak maupun orang dewasa.

Selain wahana permainan, taman wisata ini dikenal juga sebagai salah satu tujuan wisata keluarga yang memiliki akomodasi serta sarana prasarana lumayan lengkap. Yang membuat objek wisata ini semakin menarik untuk saya adalah karena harga tiketnya murah, dan keindahan alamnya memang mempesona.

Taman Riung Gunung

taman-riung-gunung
Taman Riung Gunung (Sumber foto: www.garagara.id)

Sejak awal, yang membuat Puncak menggiurkan untuk saya memang keindahan alam berupa bukit-bukit hijau yang mampu menyegarkan mata dan membuat saya merasakan kedamaian serta ketenangan. Rasanya semakin sah untuk dijadikan tujuan berlibur karena cocok untuk rehat sejenak dari pemandangan gedung-gedung dan kemacetan Bandung.

Salah satu spot wisata alam terkenal di Puncak yang menawarkan ini adalah Taman Riung Gunung. Lokasi Taman Riung Gunung berada 17 km dari pintu Tol Ciawi. Tempat ini memiliki udara yang sejuk dan pemandangan alam yang fantastis. Konon Riung Gunung dikelilingi pemandangan berupa hamparan kebun teh yang hijau dan indah.

Akomodasi dan fasilitas yang ditawarkan pun lumayan lengkap, di antaranya: restoran, playground untuk anak-anak, sarana outbound, dan masih banyak lagi.

Objek Wisata Air Terjun

Tidak hanya satu, di Puncak terdapat beberapa air terjun terkenal yang bisa dikunjungi. Salah satunya adalah Air Terjun Panjang atau dalam istilah setempat dikenal dengan nama Curug Panjang. Air terjun ini berada di kawasan wisata Mega Mendung yang juga memiliki pemandangan alam mempesona.

Selain Curug Panjang, air terjun yang juga menarik perhatian saya adalah Curug Cilember. Selain pemandangan utama berupa air terjun dan keindahan alam, di sekitar Curug Cilember juga ada penangkaran kupu-kupu. Di dalam areanya juga terdapat camping ground serta akomodasi tempat menginap.

Pilihan lain yang juga menarik adalah Curug Kembar yang ada di kawasan Cisarua. Air terjun ini disebut Curug Kembar karena memiliki 2 air terjun. Sayangnya, meskipun air terjun ini lebih indah dibandingkan dengan 2 air terjun yang telah disebutkan sebelumnya, akses ke lokasi ini sedikit lebih sulit.

Taman Safari

Taman Safari (Sumber foto: indonesia-tourism.com)
Taman Safari (Sumber foto: indonesia-tourism.com)

Ini adalah tempat wisata paling populer di Puncak yang menarik sekaligus unik. Tidak seperti kebun binatang pada umumnya di mana kita bisa menyaksikan berbagai binatang yang ada di dalam kandang, di Taman Safari binatang-binatang ini dibiarkan lepas bebas tanpa kandang. Untuk menjelajah dan berinteraksi dengan berbagai binatang yang ada di sana, bisa menggunakan mobil atau kendaraan khusus. Beberapa koleksi binatang yang bisa ditemui di Taman Safari adalah: gajah, rusa, komodo, jerapah, singa, dan berbagai hewan dari beberapa belahan dunia.

Saya sendiri sebenarnya bukan penggemar binatang. Tapi mengingat Taman Safari ini unik, sudah sejak lama saya ingin mengunjunginya.


Mudah-mudahan cita-cita saya untuk bisa berlibur ke Puncak ini bisa terwujud dalam waktu dekat, ya. Kalau boleh memilih sih, saya lebih suka melakukan perjalanan ini setelah musim hujan berakhir. Bukan apa-apa, tapi udara di Puncak yang suhunya dingin itu pasti lebih menusuk tulang kalau dilengkapi dengan hujan. Lagipula, menurut saya, perjalanan wisata selalu lebih menyenangkan untuk dilakukan saat udara cerah.

Dan mudah-mudahan perjalanan ini juga terlaksana di luar musim liburan. Mengingat tujuan wisata yang saya incar cukup banyak, tentu akan sangat menyebalkan kalau waktu berlibur saya dan Fikri terbuang percuma karena terjebak macet.

 

Namasté 🙂

Comments

  1. ajeng

    aku pernah ke taman wisata matahari. perjalanannya hampir 5 jam, disananya cuma 2 jam.. pokoknya remuk di jalan deh.
    justru kalau aku, puncak itu tujuan wisata terakhir banget kalau udah gak ada pilihan lain.

    gak kuat sama macetnya 🙁

    1. Post
      Author

Leave a Reply